Kebebasan memeluk agama bukan kebebasan membuat Agama Kepercayaan

Timbulnya penafsiran kebebasan menganut kepercayaan di Indonesia, adalah akibat adanya pemberian ruang pada aliran kepercayaan untuk perlakuan dalam batasan beragama. Awalnya hal ini telah mendapat berbagai tanggapan dan kritik berbagai pihak, tetapi pemerintah di saat itu tidak menggubrisnya sama sekali. Ini salah satu produk dari sekian banyak produk era Orde Baru yang kini menuai masalah.

Pernah terjadi juga pada sekitar tahun-tahun itu, indikasi beragama KRISLAM mulai muncul, yaitu mereka yang mungkin kesulitan sehingga dua Agama ingin dipeluknya satu kaligus. Upaya berbagai pihak yang cukup memakan energi membuahkan hasil yang baik sehingga kejadian dua agama dianut seseorang kemudian berangsur hilang.

Tak dapat juga dipungkiri bahwa ajaran komunis yang pernah resmi di Indonesia ternyata hampir saja menghancurkan negara ini hingga akhirnya pecah peristiwa G30S yang sangat mengerikan itu.

Tentang adanya saat ini berbagai wacana yang mempersoalkan kebebasan menganut kepercayaan, ternyata sudah tidak terpisahkan lagi dengan makna kebebasan memeluk agama, seolah-olah kepercayaan yang asalnya dipaksakan itu kini menjadi bumerang dan mengaburkan masyarakat kita.

Pada hal, kebebasan yang kini disebut kebebasan menganut kepercayaan itu sesungguhnya adalah perilaku yang ingin bebas untuk melakukan penafsiran salah dan berperilaku salah dalam agama-agama yang resmi diperkenankan di Indonesia. Jika ini dibiarkan, ancaman bagi semua agama akan beresiko tinggi terjadi dan bahkan akan semakin kreatiflah dari waktu-kewaktu memberi penafsiran salah terhadap agama-agama resmi yang ada. Bahkan demikian kebebasan itu akan digunakan, pencampuradukan lebih dari satu agama hingga lahir agama-agama baru akan terjadi tanpa kendali.

Semoga pemerintah dan kalangan pemuka agama, dan semua elemen masyarakat mau memperjuangkan kembali untuk menghapus aliran kepercayaan yang membutakan kita dari malapetaka yang bisa muncul di Indonesia.

Kebebasan beragama adalah hak setiap manusia untuk memeluk agama yang disukainya (agama yang resmi), tetapi Bukan kebebasan melahirkan aliran baru yang menafsirkan agama dengan kebebasan percaya yang diinginkannya.

 

About these ads

1 comment so far

  1. masamudamasakritis on

    kalau kata saya kebebasan adalah g terikat ama materi hanya terikat ama tuhan
    silahkan kunjungi wordpress kami juga di

    http://masamudamasakritis.wordpress.com/


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: