Pencatatan Kematian di Puskesmas…oh..


Pencatatan kematian, kini belum dijalankan oleh Puskesmas hingga data kematian dapat diketahui dalam wilayah kerjanya. Pencatatan selama ini hanya mengandalkan informasi dari kelurahan atau Kepala Desa padahal bagi kepentingan Departemen, kematian mestilah perlu diketahui sebab-sebabnya yaitu penyakit atau hal lain yang mengakibatkan kematian itu. Oleh karena itu selayaknya puskesmas memiliki sistem pencatatan kematian dengan merujuk pada ICD-X agar sebab-sebab kematian bisa dicatat dengan baik, karena pengetahuan sebab kematian tak mungkin dilakukan oleh petugas dengan latar belakang non medik.
Seperti apa sertifikat kematian itu di kesehatan???
Kapan ya… dimulai.

2 comments so far

  1. mirzal tawi on

    Betul ,dalam pencatatan kematian dibutuhkan orang yang ahli dibidang otopsi verbal dsb, untuk itu diperlukan pelatihan dan juga sertifikasi. Untuk menentukan AKI setiap tahun mungkin bisa dikembangkan sebuah tehnik yang namanya capture-recapture, dengan tehnik ini AKI dapat ditentukan setiap tahunnya, tanpa harus menunggu survey besar seperti SDKI atau SKRT/riskesdas,dll.

  2. limpo50 on

    Baiknya survey dilakukan institusi lain yang independen dan diharapkan mengoreksi laporan kesehatan dari Depkes.
    Survey Depkes mestinya hanya menunjukkan reporting macet, manajemen macet, koordinasi, dadn segala-galanya danta tanya.
    Kalau disurvey sendiri, yang salah ditutupi, yang benar ditambah-tambah dan untuk apa.
    Mahasiswa KKN bisa anda lakukan itu ????


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: