Lumpur LAPINDO, jadikan seBatu PYRAMID


Lumpur LAPINDO, adalah bahan baku Batu Bata yang paling cocok untuk seukuran Batu Candi, atau Batu Benteng jaman Portugis. Jika demikian dapat dilakukan, maka sebuah rumah tinggal hanya terdiri dari beberapa biji saja dan pasti lebih sehat karena ketebalannya.
Mengapa kita hanya terpaku untuk ukuran batu bata yang kecil-kecil itu ??? Terpatokkah kita pada pemikiran yang kerdil ???
Lumpur itu milik siapa ???????
mestinya milik penduduk yang digenangi rumahnya…. digenangi tanahnya, sawahnya….
karena lumpur itu keluar dari perut bumi, dimana mereka bermukim diatasnya.
Undang-undang kita harusnya ditambah, Air, udara, lumpur dan … harus dimanfaatkan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
Jika saja penduduk yang terkena lumpur Lapindo itu dibayar kompensasi kerusakan rumah dan terganggunya kehidupan mereka selama lumpur itu menggenangi tempat mereka, mestinya mereka sudah bisa membeli tanah kosong di tempat lain dan tak perlu kehilangan rumahnya dan tanahnya yang semula.
Mengapa tidak ada Ahli Hukum yang mau melindungi mereka ?
Mengapa justru korban Lumpur itu, dipaksa menjual rumah dan tanah miliknya ?
Jika sebuah Truk menabrak rumah pengusaha Lapindo, apakah mau pengusaha itu diganti rugi rumahnya lalu ia harus menderita? Bukankah pemilik truk itu yang kena denda hingga rumah yang tertabrak truk itu dikembalikan pulih ?
Pemerintah, para ahli hukum, pada kemana ya….
Saya curiga lumpur ini memiliki misi pembebasan tanah…
Wallahu alam….

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: