Menuju Pelayanan Profesi yang Rasional; Badan POM dipimpin DOKTER, Malapetaka ?, Arogansi ? atau Disfungsi Farmasis??

Sejauhmanakah pengetahuan dan kompetensi seorang Dokter untuk menunjunk dan ditunjuk memimpin sebuah Institusi Besar ini ??? Tahukah beliau-beliau itu tentang dunia Farmasi yang sesungguhnya hingga hal ini dilakukan ??? Kalangan Farmasis nampaknya besar hati dan menjadi penonton sebuah kisah yang kelak patut dikenang.
Badan POM adalah satu institusi yang tak diragukan lagi eksistensinya. Badan ini diadakan mestinya bukan hanya untuk tempat bekerjanya para Ahli Farmasi, tetapi ditangan merekalah pada Farmasis itu diharapkan memberi kontribusi yang terbaik bagi masyarakat. 

Jika saja dianggap bahwa tidak ada lagi Farmasis yang mampu memimpin maka pemikiran seperti itu bukanlah solusinya untuk menempatkan seorang dokter yang buta terhadap masalah kefarmasian dianggap sebagai pilihan yang baik untuk sebuah BADAN POM.

Yang jelas, bidang Farmasi terlalu dalam untuk dapat diselami seorang yang telah menyelam didunia kedokteran, dan begitu pula sebaliknya dan seterusnya.

Semoga saja dengan tulisan ini, ada diantara orang yang masih mengharapkan keangkuhan ini dihentikan dan memberikan BADAN POM ditangani oleh ahlinya, seperti diharapkannya bidang lain ditangani oleh para ahlinya.

Masalah farmasi bukanlah masalah harga obat tetapi kesalahan penanganan kefarmasian, merupakan cacat yang melumpuhkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam pelayanan kesehatan dibidang farmasi.

Besediakah KAMAR BEDAH dipimpin seorang ahli TATABUKU ?? Mari melihat prinsip masalahnya. Kalau tidak, maka Malapetaka adalah resikonya…. rasa atau tidak. Terlalu banyak yang harus ditata meski dalam KAMAR BEDAH sekalipun, yaitu kesalahan-kesalahan yang ditutupi.

5 comments so far

  1. mirzal tawi on

    Mas Limpo, sesuatu pekerjaan yang diserahkan bukan pada ahlinya, maka tunggu kehancurannya.
    Di Indonesia, bidang kesehatan seolah-olah hanya milik dokter. Ini yang perlu diluruskan dan dibuat sadar para pengambil kebijakan.Tapi yang susahnya yang pegang kekuasaan bidang kesehatan dokter juga….jadi persis masalah anak ayam kita laporkan ke ibunya ayam. ..ya dah pasti dia bela anaknya.Departemem kesehatan dan menteri kesehatan harus diganti namanya menjadi departemen kedokteran.

  2. Sjahrir Hannanu on

    Tugas anda, wahai Generasi Muda… Jangan katakan berat.

    Salam buat Anda

  3. Sjahrir Hannanu on

    di Jawa siapa saja dipanggil MAS, di Makassar DAENG… nah di tempat anda apa??

  4. elisa on

    ya.ini adalah tugas para pharmacist sekarang dan yang akan datang. badan POM tampaknya memang urusan para pharmacist.sekarang udah makin banyak orang yang berminat pada farmasi kok. pasti masalah2 tentang kefarmasian bisa ditangani dengan baik. tapi itu,aku rasa perlu waktu kan.

    chayo pharmacists!!

  5. limpo50 on

    Ya… tugas Farmasis, ya tugas Koordinator, ya… tugas Organisasi, ya… tugas Pakar dan tugas bagi yang berada diluarnya, diatasnya… bisa juga ya..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: