Dari mana dapat dimulai KEBUTUHAN PUSKESMAS

Judul ini diambil dari pengunjung BLOG, yang pantas ditanggapi. Pertanyaan ini mengandung makna adanya kebutuhan untuk memperoleh kejelasan bagaimana Puskesmas dapat dilihat Sistem yang dianutnya untuk menjawab tantangan mengatasi masalah kesehatan di wilayahnya.
Jika Puskesmas belum memiliki sistem manajemen yang terkendali, adalah saatnya memulai untuk membangun itu, dengan menetapkan dan memperjelas Proses Bisnis Puskesmas berdasarkan Kor bisnisnya.
Hingga kini mungkin belum semua Puskesmas memiliki itu, dan bahkan sebagiannya lagi sangat asing dengan berbagai nomenklatur yang mestinya sudah dimiliki. Urusan Pusatlah tentunya pembehanan Manajemen Puskesmas. Saya merasa manajemen di puskesmas telah lama ditata Sistem Manajemennya, hanya mungkin realita dan teori yang disosialisasikan tidak memberi cermin bagaimana secara operasional dan secara riel sistem manajemen itu adanya.
Bagi puskesmas yang telah menggunakan ISO, tentu dapat dijadikan panutan bagi puskesmas lainnya.
Jika saja kondisi minimal itupun tidak ada, maka sebuah Sistem Aplikasi berupa SIMPUS tentu mestinya dapat dipakai untuk mencari benang merah, dari mana dapat dimulai kebutuhan puskesmas.
Beberapa pemasok SIMPUS mudah-mudahan telah menyiapkan konten yang diharapkan itu, karena awal mula sebuah proses utama, dapat dilakukan dengan identifikasi masalah yang ada.
Demikian pula penanya yang mencari data perilaku kesehatan terhadap kelompok agama, di dalam SIMPUS terdapat data yang dapat diolah untuk menjawab kebutuhan itu, sebab database yang terekam mestinya telah tercakup masalah itu.
Jika saja PROSES KUNCI puskesmas telah anda buat, akan nampak jelas apa awal dan akhir proses utama itu yang mestinya menjadi acuan kerja dan penilaian kinerja di Puskesmas. Kita banyak dilarutkan dalam “cairan ?” yang namanya proses pendukung dan disitulah kita berputar menyatakan produktivitas ! Alangkah sayangnya… .
Untuk panduan, Baca tulisan yang berkaitan dengan LB1. silakan Search pada BLOG ini.
Salam,
Sjahrir Hannanu

4 comments so far

  1. jojok on

    betul.. emang pantas ditanggapi pak..

    gimanapun juga puskesmas adalah ujung tombak pelayanan kesehatan dr pemerintah kepada rakyatnya. kebutuhan puskesmas, bisa dibilang kebutuhan pemenuhan hak rakyat juga atas akses pelayanan kesehatan. nah kalau ditanyakan darimana mulai kebutuhan puskesmas ? ya itu yg gak bisa diuraikan dengan satu dua halaman web pak hehe..banyak variabel yang ada, banyak program yang mesti dijalankan, bahkan kadang banyak kepentingan yang harus di akomodir..

    tentunya kalau kita dpt pertanyaan darimana kebutuhan puskesmas harus dipenuhi, ya kita harus liat secara menyeluruh gambaran kerja puskesmas (spt disampaikan dr. Agus di blog beliau), kemudian jg skala prioritas kebutuhan apa yang harus dipenuhi, skala prioritas program kerja, skala prioritas kepentingan…banyak lah.. teramat banyak utk disebutkan hehe..
    mgkn akan lebih mudah menjawab kalau kita mempersempit masalah kebutuhan puskesmas dari sisi mana.

    tp yang jelas, yang tau mana yang mungkin yang plg baik utk puskesmas adalah para pengelola puskesmas sendiri, dari level staf, kepala, bahkan dr dinas kesehatan sbg ‘pengayom’šŸ™‚

    itu pandangan dr sisi orang luar puskesmas pak..

  2. limpo50 on

    pandangan luar yang sangat dalam.
    terima kasih.

  3. draguscn on

    urun rembug .. orang dalam nih orang dalam .. hehe .. pertama saya ingin menyampaikan selamat dulu pak .. blog-nya makin bersih .. terutama kolom sebelah itu udah ditata rapi .. eh OOT .. oke masalah kebutuhan puskesmas ..

    Kebutuhan Puskesmas seperti halnya kebutuhan unit kerja lainnya terbagi atas unsur sistem yg masuk dalam kategori INPUT :

    Man; Kepegawaian, Peningkatan jenjang Karier, Peningkatan Pengetahuan dan Kemampuan pokoknya semua yang masuk dalam Manajemen Sumber daya Manusia bisa masuk di dalam sini.

    Money; Keuangan dan Penganggaran, ini udah ngga usah dibahas. Kebutuhan akan anggaran merupakan hal yg wajar bagi tiap unit kerja, meskipun termasuk dalam kategori non benefit organization

    Material; Alat dan Bahan, Obat dan Bahan Habis Pakai. Ini ada manajemennya sendiri.. Manajemen sarpras ..

    Method; Semua metode pelaksanaan. misalnya ISO 9001-2000 dalam hal dokumentasi, Manajemen Anggaran berbasis kinerja dalam kaitannya dengan uang dan program dan masih banyak lagi petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis)

    Market; ini berkaitan dengan pelayanan publik. Kebutuhannya adalah kelembagaan. Masuk dalam urusan ini semua yg kaitannya dengan Badan Penyantun Puskesmas; Desa Siaga; Gerakan Sayang Ibu dll yg menjadikan masyarakat mempunyai kelembagaan untuk menjadi titik masuk pelayanan.

    Kalo yang ditanyakan kebutuhannya bisa dilihat dari mana :

    Man bisa dengan menjalankan WISN (workload indicator staff need);
    Money dg menjalankan mnjm anggaran berbasis kinerja;

    Material dg menjalankan SUC (standard unit cost)

    Method dg menjalankan ISO 9001-2000

    Market dg menjalankan Manajemen Pelayanan Publik (SK Menpan 61/2005)

    Dari sana biasanya akan keluar kebutuhan puskesmas untuk masing-masing unsur manajemen tersebut .. wah maaf pak panjang banget.  

  4. limpo50 on

    Paling asik memang melihat sisi yang berbeda, biar GAJAHnya bisa diketahui.
    Kaya cock didefinisi sebagai melihat dan memiliki banyak corak dalam hidup.
    Pak Agus, ayo berjuang mengusung Ide … biar bisa menjadi contoh, ada satu warna diantara banyak warna.
    Salam Hormat,
    Sjahrir Hannanu


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: