INDONESIA dahulu dan masa kini…

Perobahan yang terasa dari kebijakan pemerintah Indonesia pada zaman dahulu, sangat berbeda dengan apa yang dilakukan pemerintah di era kini. Apakah perbedaan itu ????


Di saat SOEKARNO memimpin Indonesia, negara ini penuh dengan Idealisme yang berapi-api mengajak rakyat maju, berjuang, berdiri diatas kaki sendiri, berproduksi, giat bekerja, membangun negari, menjaga negara, bahu-membahu dan… dan … tak henti-hentinya dikumandangkan setiap tahun setiap 17 Agustus diperingati.
Tonggak-tonggak itu kini tinggal kenangan, Kini pemerintah hanya berkeliling menengadahkan tangan ke LUAR NEGERI mencari Utang sebanyak-banyaknya, menjual hasil bumi semurah-murahnya, mendatangkan INVESTOR (penjajah ekonomi) semudah-mudahnya sementara RAKYAT sendiri tak mendapat perlindungan terhadap apa yang terjadi dan dimanapun itu dibawah langit NUSANTARA ini.
Lumpur yang menggenangi … Hutan yang dibabat habis-habisan… Utang negara yang di….. dan setumpuk masalah yang kian mendera tak kunjung terselesaikan oleh pergantian pemerintah.
Negara Luar kini telah tahu apa yang harus dilakukannya untuk INDONESIA kita. Apa itu ??? Jangan beri jalan… beri saja sebatas bisa menghirup udara dan hidup sesaat…. asalkan pejabatnya MAKMUR.
… Negaraku… Rakyatku….semuanya…
Hingga kini saya tak melihat sosok calon Presiden yang masuk di AKALKU, diHATIKU, diFIRASATKAU.

Bangkitah HAI Generasi MUDA…

4 comments so far

  1. robbynovricanus on

    benar sekali Pak, rasa nasionalisme hanya berupa bibir pemerintah, semua orang pemerintahan tidak mau hidup menderita dibandingkan dahulu kala di mana semua orang bergotong royong menuju Indonesia yang merdeka yang dihormati oleh seluruh bangsa Indonesia.
    kalau sekarang pemerintahan mulai menjual negara ini dengan dalih membuat rakyat makmur kenyataannya rakyat makin menderita. jika Indonesia ingin seperti dulu maka Pemerintahan harus mau menderita sebagaimana rakyat Indonesia yang menderita, punya mental untuk maju dan membuat Indonesia dihormati.

    *unek-unek pribadi tentang pemerintaha*

  2. limpo50 on

    Kita perlu mencari sosok yang prihatin, bukan yang perhatiin dirinya.
    Sistem Pendidikan kita, perlu mendidik kejujuran, keprihatinan, kemauan, kemandirian, kecerdasan dan …. tapi bagaimana itu bisa diperoleh dengan guru dan pemerintahan yang begini.
    Apa-apa bocor.
    Terima kasih, kedatangan Anda

  3. draguscn on

    Apa berhenti sampai prihatin, mencari tokoh dan sekedar berandai-andai saja?
    apa nda kita coba semboyannya aa gym ?
    mari kita ubah yang bisa kita ubah ..
    mulai dari yang kecil
    dari diri sendiri
    dari sekarang ..
    kecepatan kita merubah diri sendiri, keluarga, lingkungan yg masih mampu kita ubah dengan tangan akan menimbulkan kumulatif perubahan besar .. bener ngga pak?

  4. limpo50 on

    Pak Agus.
    Memang itulah sasaran yang paling jitu. Pagari lingkungan kita yang paling kecil, mulai dari diri sendiri dan keluarga….
    Kata dari “sekarang” dapat bermakna refresh setiap harinya … ???
    ya… ya.. podo Pak.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: