siapa mesti BANGUN memBANGUN ??

Bagaimana Jepang,Korea, Taiwan dan CINA membangun ??
Persamaan Konsep pembangunan antara tiga negara ini merupakan trik kunci sebuah keberhasilan yang pantas untuk dilihat.

Kata seorang dosen fisika jaman dahulu kepada mahasiswanya : “Tahukah anda mengapa saya tak pernah mau hadir seminar ilmiah pada Kunjungan Habibie ? (waktu itu Habibie memimpin RISTEK di Indonesia). Itu karena saya tahu bahwa ia tak tahu fenomena fisika apa yang berlangsung dibalik keberhasilannya memproduksi pesawat terbang!!”
Mengapa ya… Perguruan Tinggi Swasta yang kita lihat di Indonesia, begitu pesat kemajuannya dibanding Perguruan Tinggi Negeri yang umurnya relatif begitu lamanya??

Mengapa empat negara diatas… begitu pesat perkembangannya ???

Begitu banyak penulis yang telah membahasnya, dan begitu banyak teori telah diungkapkan…

Seorang pengusaha yang produknya tak pernah diiklankan, dan produknya telah menjalar ke seluruh dunia pernah berkata kepada saya : “Pemerintah Indonesia ini harus memberi kelonggaran kepada Rakyatnya untuk membuka lapangan usaha, industri dengan kemudahan. Jangan terlalu menuntut banyak dengan segala macam persyaratan dan tekanan. Rakyat harus diberi jalan untuk
makmur. Jika kelak usahanya telah membaik barulah Pemerintah perlu secara perlahan-lahan menerapkan persyaratan satu persatu.

Teringatlah kita, bagaimana dahulu Barang-barang Jepang datang ke Indonesia dengan mutu rendah, tetapi terbeli dan menjadi pilihan kita; diantaranya yang paling populer adalah sendal jepit, yang hingga kini polanya masih itu-itu juga dengan mutu dan variasi yang tak habis-habisnya. Setelah Jepang berjaya…. datanglah Korea… Taiwan, dan yang tak mungkin terlupakan CINA.

Negara barat seperti tak siap menghadapi pesaing ini…

Tapi apakah yang dapat dipetik dari semua ini ??? itulah cerita PENGUSAHA yang telah diuraikan diatas…

Bukanlah INVESTOR luar yang kita butuhkan untuk bangun, dan membangun negara… tapi rakyat Indonesia inilah yang patut bangun dan membangun negaranya.
Berapa pemerintahan yang telah berganti setelah SOEKARNO… Hanya menjual aset negara, suka sekali dengan INVESTOR luar, dan sanggup membuarkan rakyatnya menjadi KULI di negeri sendiri.

Maka dibalik keberhasilan Perguruan Tinggi Swasta… yang kenyataannya lebih banyak memberikan KECERDASAN pada kehidupan warga bangsanya dibanding Perguruan Tinggi Negeri yang pasang dada, rupanya telah mengamalkan ajaran EMPAT negara itu, sadar atau tidak !! (Teringat saya kepada ucap sang DOSEN).

Sesederhana itukah masalah kita ????

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: