Mengapa tak ADA Laporan Pemakaian Obat ???

Laporan pemakaian obat oleh Rumah Sakit, kini tidak pernah ada untuk diberikan kepada sebuah Badan atau apapun yang melakukan tugas Pengawasan Obat seperti Badan POM. Apakah Undang-Undang telah dikebiri sedemikian sehingga hal itu tidak lagi dianggap penting ????
Di massa silam, rasanya semua unit yang melakukan pemakaian obat baik itu RS, Apotik, PBF, Industri Farmasi semuanya melaporkan produk obat/farmasi yang ada dalam tanggung jawabnya.
Dengan perkembangan sekarang ini, hal tersebut mestinya sudah semakin tertib atau semakin terkendali sehingga pelayanan obat kepada masyarakat dapat dilakukan untuk melindungi pemakaian obat yang salah yang mengakibatkan kerugian harta dan nyawanya.
Supaya jelas, saya ingin menyampaikan disini contoh secuiiiiil, misalnya betapa perlunya mengetahui pemakaian obat CIPROFLOXACIN inj. yang sering diberikan dalam bentuk infus.
Tahukah anda ??? bahwa pemakaian obat ini dapat berakibat fatal bagi konsumen/penderita yang berumur dibawah 18 tahun ????. Tapi pada prakteknya…
Badan POM mungkin perlu direformasi tugas dan tanggung jawabnya, jangan itu-itu saja. dari dulu hingga kini.
Kemana mesti mencari informasi obat ??? apakah tidak tersedia ?? adakah yang bertanggung jawab ?
Jika saja masih ada kontrol teknis dari pihak luar ke dalam RS dsj., mungkin banyak penderita diselamatkan dari kejadian yang tak perlu ada itu sedini mungkin atau diperbaiki dari waktu ke waktu.

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: