BEA SISWA yang PANTAS ??

Pidato Presiden menjanjikan BEA SISWA pendidikan hingga jenjang S3 bagi pemenang OLIMPIADE bagi siswa disambut riuh gempita tepuk tangan anggota DPR terdengar di Radio-radio tanggal 15 Agustus 2008. Mari kita renung sejenak
Mungkin pemerintah tak membutuhkan data atau tak lagi memperhatikan, bahwa anak-anak siswa yang masuk saringan hingga menang dalam OLIMPIADE adalah mereka yang berkemampuan ekonomi baik, sebab begitu banyak biaya, fasilitas, modal, bayar GURU PEMBIMBING dan lain-lain kebutuhan tak memungkinkan ditempuh atau dilakukan mereka yang pintar tapi berekonomi lemah.
Bagi sekolah swasta di Jakarta, guru-guru spesial yang didatangkan khusus oleh sekolah berderet untuk siap mencekoki siswa-siswa dengan materi yang belum saatnya diberikan (menurut standar nasional pengajaran sekolah). Para guru spesial ini memang menganggap enteng materi standar pemerintah, bukan hanya pada bahannya, tetapi pada keterbukaannya membahas soal yang tak punya batas sesuai jenjang pendidikan murid yang dihadapi. Pokoknya mau telan, maka akan disuapi sebanyak-banyaknya.
Depdiknas tentu saja harus dipandang mengetahui hal ini, sebab ada juga biaya Olimpiade dan program ini disiapkan untuk ajang bertarung demi nama…
Jika saja semua biaya untuk memompa sekelompok anak mampu (mampu material) itu diberikan sebagai sarana dukungan pemerintah, rasanya mubazirlah biaya itu. Karena anak-anak mampu otak tapi tak mampu materi masih banyak dan menunggu sia-sia uluran pemerintah. Bukankah prestasi dulu baru dibantu ?? dan prestasi menjadi pemenang OLIMPIADE nasional bukanlah biaya sedikit.
Tapi…. tepukan tangan DPR mengaburkan kita… semuanya telah buta…!!
Sesungguhnya tanpa uluran biaya pemerintah, anak-anak mampu yang menang dalam seleksi OLIMPIADE itu dapat melakukan apa saja. Orang tuanya memang memiliki dukungan kuat bagi anaknya hingga keujung mana pendidikan akan ditempuhnya.
Kini pemerintah kelihatan numpang tenar, memberi BEA SISWA kepada mereka yang mampu itu.
Inikah pilihan pemerintah kita mencerdaskan anak bangsa ???

9 comments so far

  1. lennie2nd on

    maksudnya apa si? see before you talk please. dari mana bisa bilang kalo semuanya itu anak yang berkecukupan? saya sudah kenal langsung dengan banyak anak2 olimpiade sehingga bisa bilang kalau itu nggak benar.

    jadi penasaran sejauh apa Anda tahu tentang per-olimpiadean di Indonesia.

  2. Ronny on

    Ya dipikrkan dong mas,, yang menang olimpiade tuh pengorbanan nya kaya apa,, ngak masuk sekolah lama, ngejar pelajran susah, guru ada yang tidak mau tahu, dll… Anda membandingkannya dengan mereka yang kurang mampu dan malas,, ada juga kok anak OSN yang tidak mampu finansialnya.. tetapi merka juga berusaha yang kuat hingga bisa berprestasi… Saya rasa pemerintah juga lebih suka memberikan beasiswa kepada anak yang pintar dan berguna, bukan dilihat dari status finansialnya..

  3. dieend on

    gk pernah dengar ya, tentang seorang anak tukang becak yang mendapatkan medali di OSN?

  4. cs_1912 on

    never talk to strangers…
    yang ga tau apa2 juga nulisnya biasanya asal.

  5. Adhit on

    Halo, saya adalah seorang olimpiader juga. Saya ingin mengomentari beberapa hal.

    “biaya, fasilitas, modal, bayar GURU PEMBIMBING”
    -> Saya tidak belajar dari guru. Saya belajar otodidak, bersama rekan-rekan seperjuangan saya yang lain, dimulai dari satu hal: hobi.

    “siap mencekoki siswa-siswa dengan materi yang belum saatnya diberikan (menurut standar nasional pengajaran sekolah)”
    -> Seperti saya bilang sebelumnya, tidak ada guru khusus. Standar nasional pengajaran sekolah? Pemikiran terbatas inilah yang harus kita hindari. Jangan terpatok hanya pada standar. Apa salahnya mendalami hobi? Bahkan di negara-negara maju, tidak sedikit anak SMA yang menguasai materi kuliah S1 bidang tertentu.

    Maaf, tapi saya yang telah merasakan suka duka olimpiade berpendapat bahwa dalam hal ini pemerintah sangat bijak, mengapresiasi mereka yang sudah mengorbankan waktu dan tenaga untuk mengharumkan nama bangsa. Mungkin pertanyaan anda mirip dengan ini: “kenapa peraih medali olimpiade Beijing mendapat uang besar dari presiden? Padahal mereka mungkin tidak membutuhkan beasiswa untuk sekolah” Jawabannya mudah, karena ia mengharumkan nama bangsa.

    Dengan iming-iming beasiswa ini (atau uang, seperti medalis olimpiade beijing), kita mengharapkan anak-anak lain akan termotivasi untuk berprestasi dan mengharumkan nama bangsa.

  6. Domineering on

    waduh,, si bapak ini pikirannya picik sekali….
    Yang namanya hadiah/prize jelas lah dibutuhkan untuk suatu lomba, apalagi yang bertujuan mencari kontingen nasional >.<;
    kalo mereka menang yang bangga kan kita-kita juga, betul tak?

  7. limpo50 on

    Kata bangga tak pernah dipikirkan atau akan dijadikan tujuan seorang pencari ilmu, kecuali yang palsu.

  8. chrysts on

    Itu semua relatif tergantung daripada pandangan orang masing2.
    tapi menurut saya,
    kalo ilmu yg didapet ga di aplikasikan yah tak akan berguna ..
    aplikasi daripada ilmu tersebut lah yg dapat memunculkan rasa bangga dari dalam hati.. Hadiah ataupun beasiswa itu semua itu hanya lah pemacu agar kontestan berupaya mencapai yg terbaik.. Ingat ga semua berbasis kan uang.. pencapaian kemenangan menjadi kepuasan tersendiri.. Saya rasa anak-anak kaya dan miskin semua mempunyai kesempatan yang sama.. Hanya saja yg kaya mempunyai fasilitas lebih.. Dan berarti yang miskin harus berusaha lebih.. Tapi yg lebih penting adalah pengorbanan untuk mencapai sesuatu.. apakah anak tersebut memang siap berkorban untuk memenangkan medal.

  9. limpo50 on

    ya… pendapat yang tak sama… tak penting dipertarungkan, tiap situasi yang kita lihat mungkin banyak sisi bedanya. seperti cerita GAJAH yang dilihat berbeda.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: