Data Penyakit PUSKESMAS dianggap SAMPAH ??

Banyak keluhan mereka yang berkecimpung dalam pengumpulan dan pelaporan data Penyakit di Puskesmasnya menjadi berang tatkala mendengar komentar yang bernada seolah-olah data yang dikumpulkan, disimpan atau disajikan berkualitas seperti sampah…. alias rekayasa, tidak up to date, sulit dipercaya….dan sekumpulan kata yang kurang enak didengar…. Bagaimana sebaiknya ???
Bagi mereka yang berkecimpung dalam tugas data dan informasi hal ini memang penting diperhatikan.., tatkala pelanggan memperlihatkan spesifikasi data yang dimintanya. Disitulah batasan MUTU ditegakkan, yaitu pemenuhan permintaan pelanggan yang disepakati. Jika tidak, maka haruslah kita bertebal muka dan telinga membiasakan kritik tajam itu datang,… dan jangan lupa… bahwa itulah masukan yang berarti untuk meningkatkan mutu data kita dari waktu ke waktu.
Bisa saja, pelanggan kita itu berasal dari kelompok akademisi atau pejabat yang memiliki kondisi lingkungan yang memaksanya berselera lain,… katakanlah ia akan tampil sebagai pembicara pada seminar Internasional dimana data-data yang dibawakannya harus sinkron dengan Standard yang berlaku di negara lain.
Itulah sebabnya ICD-10 itu perlu dipakai menurut Tata Caranya, dan dengan meningkatkan kebiasaan kita bekerja di Puskesmas.
Lakukanlah perbaikan, atau yang populer disebut Peningkatan Berkelanjutan dengan menggunakan Prosedur yang baku, agar berbaikan itu berjalan secara obyektif dan bukan sekedar ganti haluan.

9 comments so far

  1. limbong on

    Bagaimana tanggapan para pengambil kebijakan terhadap iklan-iklan di media elektronik yang akhir-akhir ini sanagat merjamur tentang dokter TV alias Ikaln Obat, Iklan susu, dll sehingga sangat membingungan masyarakat. ex susu exklusif sampai 2 tahaun baru lahir aja sudah dijajali susu formula

  2. Puskesmas Mojoagung on

    salam kenal dari admin Puskesmas Mojoagung…..

    Suatu kritik yang menarik (dan harus ditindak lanjuti tentu saja ) bagi kita yang berda di dalam Puskesmas untuk segera membenahi data intern, terutama Puskesmas Mojoagung sendiri yang sedang membenahi pelaksanaan SIMPUS. Dan tentu saja dipakai ICD 10 akan dipakai dalam pelaksanaan SIMPUS ini agar tidak dianggap sampah datanya. (Bisa dianggap ” RUBBISH IN, RUBBISH OUT” begitu kan ??)

    Bagaimana dengan puskesmas yang lain ??? ada pendapat lain ???

    http://www.puskesmasmojoagung.wordpress.com

  3. andung on

    ada suatu dinas kesehatan presentasi. hasil dari 10 besar penyakit di wilayahnya, urutan pertama adalah penyakit lain- lain. akhirnya kalo di buat perencanaan obatnya lain- lain, tindakanya lain- lain, kesimpulanya lain-lain. bingungkan ???

  4. jojok on

    penyakit lain-lain di puskesmas yang saya tahu ada dua..

    – penyakit yang kode nya tidak ada di LB1, yg mengacu kode SP2TP. mengacu ke ICD X pun tidak menyelesaikan masalah selama ICD X yang ada di puskesmas tidak lengkap..tidak mungkin rasanya mengharapkan perawat, dokter, bidan, mantri, membawa buku ICD X setiap kali memeriksa pasien.

    hal ini sebenarnya bisa diatasi/diminimalisir dengan penambahan kode-kode diagnosis supaya penyakit yg td ‘dibuang’ kodenya bisa terakomodir. kadang-kadang di resep ditulis kok penyakitnya, tapi begitu mau dimasukkan ke format laporan tidak ditemukan ‘wadah’nya..

    – satu lagi adalah gabungan jumlah kunjungan-kunjungan kasus yang sedikit, kadang-kadang digabung menjadi satu, menjadi penyakit lain-lain. hal ini bisa dihilangi dengan menghilangkan kebiasaan laporan yang mengumpulkan kasus-kasus minor menjadi satu..laporkan saja semua kasus penyakit, tidak perlu hanya 10 besar.

  5. limpo50 on

    Peranan tenaga dari Akademi Rekam Medik atau pendidikan RM lainnya S1 dst., itulah yang kita remehkan. Mestinya penerimaan tenaga di Unit Pelaksana Teknis memberi formasi yang me,adai untuk itu… karena dengan kebutuhan kita pada soal memperbaiki urusan RM yang amburadul tidak mau atau sedikit sekali ada petugas RM yang benar..(benar-benar tenaga RM).
    Masak mau naik mobil yang ada hanya sopir dan penumpang ??? apakah alat ukur bensin tidak dibutuhkan ??? maka kita bisa sadar mobil tak berjalan kalau bensin sudah tiada…. tangki bensin diketok-ketok dan setelah diisi bensin kita akan mogok lagi dengan cara yang sama …. SETIAP HARINYA…
    RM adalah hal yang sepenting adanya dokter di UPT.. !
    Dalam ICD-10 tak ada penyakit yang tidak punya kode.

  6. limpo50 on

    Pernahkah anda menyurusi JEJAK kemana 10 BESAR dipakai sampai akhirnya dibuat lagi pada tahun depan ??. Siapa tahu ia naik sampan masuk ke LACI. adakah mereka dipakai ???

  7. jojok on

    wah.. gak tau ditaruh kemana tuh tahun depan pak..🙂 sepertinya semua laporan itu untuk memenuhi kewajiban lapor hehe..

  8. limpo50 on

    kayak WAJIB LAPOR to…

  9. muh iqbal on

    but kalau puskesmas mau maka bisa walau tidak didukung SIK yg memadai seperti disini , penyakit lain-lain sudah punah digantikan dengan penyakit2 dengan kode ICD X


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: