penyesalan.. seORANG-ORANG

Seorang Dosen yang terbilang Senior pernah mengutarakan pada saya tentang penyesalannya mendidik anak AGAR SELALU taat pada aturan, berbuat sebaik-baiknya di lingkungan pergaulannya. Mengapa dan bagaimana yang dimaksudkannya itu ??
Ya… masa muda adalah masa dimana idealisme yang masih murni masih terpelihara didalam dada setiap orang. Mungkin begitulah … Tetapi cerita ini adalah evaluasi sebuah perjalanan hidup seorang pendidik (DOSEN) dari satu disiplin ilmu sosial yang mengejutkan saya.. Betapa tidak, Tak sungkan-sungkan ia menyatakan penyesalannya dalam menerapkan satu metode mendidik dengan mengutamakan ketaatan pada aturan yang menjadi penekanan utamanya membesarkan/ mendidik anak.
Anak-anak itu “katanya” seperti juga saya ini… tertinggal jauh …… dibanding mereka yang sehariannya suka melanggar, suka tidak taat dan …seterusnya…seterusnya.
Lihatlah anak-anak kemarin yang kini jauh meninggalkan saya dalam semua aspek. Mau pendidikan, material, kematangan… dan celakanya… anak saya tampak akan menjalani hidup seperti yang telah saya lalui ini.
Saya hanya tertegun mendengar, mencoba menyimak… mencoba memecah apa yang tersalah dari fenomena ini.
Katanya :” Jika saja hidup ini dapat diulang, akan saya mencoba mengikuti jejak mereka yang tak terlalu taat, agar dapat maju… dan tak akan tertinggal dalam persaingan hidup ini.
Anda yang membaca uraian ini mungkin akan seperti saya, untuk belajar mencari tahu apakah makna dan simpulan yang tersembunyi dibalik kenyataan seperti ini.

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: