hatiku TRENYUH…

Di keramaian lalu lintas perempatan jalan di kotaku Makassar, suatu saat saya sempat melihat seorang lelaki tua kurus menyeberang jalan. Ia sulit melangkah … jalannya sangat perlahan (sejam mungkin hanya 500 meter, itu sudah cepat) tapi seakan ia tak menyerah apapun yang terjadi.
Ia memikul dua keranjang , terlihat jelas berisi dua ikat sayur kangkung untuk dijualnya. Ia menuju kearah pasar yang jaraknya cukup jauh dari tempat saya melihatnya.
Dua ikat kangkung rawa, tentulah harganya paling mahal seribu rupiah.
di Jalan itu tak mudah juga untuk membalik. Hatiku tergores…. TRENYUH.

3 comments so far

  1. che11 on

    Apa yang bapak limpo lakukan setelah foto ini di ambil….?

    Do something…..please…

  2. Pakde on

    Bersyukurlah kita Om. Di karuniai fisik dan pekerjaan yang sempurna saat ini, termasuk juga kekayaan. Tapi buat apa semua itu jika kita tidak dapat berbagi dengan orang2 seperti ini. Tinggal kita berbagi dengan mereka. Setuju??

    Btw Terenyuh kadang hanya di mata, dan susah masuk di hati.
    Yang di motor sepertinya hanya nengok, Om setelah ambil fotonya ngapain Om?

  3. limpo50 on

    Kayaknya bukan berbagi yang Pakde maksud, apa maksud anda kita makan haknya ???,
    Buat Che11 :
    Semoga kita semua belajar dari makna ini. dan mampu melihatnya dengan mata hati… semoga kita tergerak memberi haknya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: