prinsip penting pembuatan FLOWCHART

Tulisan ini hanya buat teman-teman yang banyak bertanya tentang Pembuatan Flowchart, baik untuk Apotik maupun Puskesmas. Bertubi-tubi soal ini dipertanyakan. Tapi mungkin bisa berguna bagi bagian administrasi maupun bagian lain yang membutuhkan.
Ingat saja bahwa Flowchart dibuat guna lebih memperjelas mekanisme kerja, atau prosedur kerja yang kita miliki, jadi bukan yang mau dicapai, atau bukan yang semestinya. Kalau ini yang anda lakukan maka Flowchart tetaplah angan-angan yang tak pernah anda kerjakan. Anda berbuat lain, tetapi flowchart anda mengatakan lain. Jadi flowchart bukanlah rujukan, tetapi gambaran tentang apa yang secara nyata anda lakukan di tempat kerja.
Disinilah terkait sebuah istilah Continous Improvement, atau peningkatan yang berkelanjutan, yaitu jika terjadi kebutuhan untuk memperbaiki proses yang ada, maka setelah diubah proses itu, pada saat itu pulalah flowchart anda mesti diperbaharui.
Masalahnya adalah perobahan pada prosedur kerja juga memiliki cara untuk melakukannya, bukan dengan mengubah begitu saja. Ada identifikasi masalah, ada fakta yang berbicara, ada yang menyetujui perubahan… kesemuanya membutuhkan dokumentasi yang lengkap sehingga dapat dilihat proses perubahan itu dalam sistem dokumentasi.
Teknis menyatakan aktivitas dalam flowchart tentu tidaklah susah, karena simbol telah tersedia, dan simbol itulah yang melukiskan prosedur kerja kita. Jadi dimanapun anda berada, flowchart dibuat dengan prinsip yang sama, yang berbeda adalah apa pekerjaan itu.
Rangkaian prosedur itulah yang kelak kita namai Sistem Prosedur atau Sistem Manajemen atau Sistem saja. Jadi tak perlu kuatir jika ada perbedaan antara kita… karena kita mungkin berbeda cara.
Begitu ISO membimbing kita untuk mampu membuat dan memperbaiki sendiri prosedur kita,sistem kita.
Prosedur kerja kita kitalah yang harus membuatnya sendiri, kita yang mengubahnya, hanya dalam hal cocok tidaknya harus dibahas bersama pemilik proses lain yang terkait dan mereka-mereka yang bertanggung jawab.
Masih banyak institusi yang menggunakan ISO (katanya), tetapi dalam kenyataannya hanya dibuatkan oleh seorang yang bukan pemilik proses, dan …begitulah… flowchart selesai… tapi praktek tidak dicerminkan oleh flowchart atau Sistem dokumentasi yang ada. Ini sia-sia.
Soal ini harap dilengkapi teman-teman lain, yang membuka tulisan ini. Berilah masukan untuk mereka yang memerlukan… pertanyaan soal ini cukup banyak.
Terima kasih

3 comments so far

  1. Yakuza on

    Minta Mekanisme Flowchart dari input sampai output

  2. vava on

    Mas, klo boleh tau trik-trik cepat buat bkin flowchart seperti apa?

    thank U

  3. limpo50 on

    mari membuat satu contoh dari satu masalah kecil yang anda hadapi, beri saya ceritanya yang ringkas dan pendek….biar enak membuatnya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: