gaji naik 100PERSEN

Seratus persen bagi orang di desaku berarti seratus hadiah. Jadi pokoknya dapat persen diartikan dapat hadiah. Tapi jika naik gaji guru itu tentu bukanlah berarti guru mendapat hadiah, mungkin karena hitungan kinerja profesional (katanya profesional=dibayar tinggi, begitu pernah saya dengar seorang guru besar berkata), lalu naiklah gaji itu. Yang saya ingin katakan adalah profesionalnya seorang guru sebagai pegawai negeri tentu sama dengan profesionalnya guru lain di sekolah swasta SEHINGGA pemerintah mestinya menetapkan standar profesional guru itu bukan karena alasan apa, BUKAN POLITIK CARI SUARA, BUKAN MUMPUNG MASIH MAU DUDUK, BUKAN karena macam-macam yang aneh-aneh. Naikkah gaji guru swasta seperti naiknya gaji guru negeri ?? Jawabannya tentu bisa ya… alasanya ya…. tapi bisa juga tidak dengan alasan ya… juga.
Nah… antara guru dan PNS lain, mestikah kita berdebat lagi mana yang profesional mana yang tidak untuk berjuang mendapat keadilan SOSIAL bagi … Indonesia ?. Bagaimana lagi nasib pegawai swasta apakah juga masih perlu bertegang leher memilah mana profesional mana yang tidak ???
Tolong anda beri tanggapan, biar wacana kita, pikiran kita, pendapat kita tersalur dan MOGA memberi manfaat pada kemajuan Indonesia.

6 comments so far

  1. defidi on

    pagi pak, karena kesenjangan gaji inilah maka sekarang tren sekolah2 negeri unggulan membuat kelas2 yg katanya bertaraf internasional dengan biaya yg bukan lagi geleng2 kepala tapi sudah putar2 badan , untuk anak pegawai negeri sekolah negeri bukan lagi alternatif karena perkiraan biaya murah tapi hanya tinggal mimpi.
    Lalu akankah kita bisa mencetak generasi yang profesional dibidangnya kelak jika pola sekolah seperti ini, anak-anak yang tidak mampu secara akademi masuk ke sekolah unggulan karena mampu membayar, semoga kita tidak terpancing menjadi bagian yang lagi tren itu ya pak. salam dan sukses selalu.

  2. limpo50 on

    Mbak Defidi, anda berkomentar mungkin dalam hitungan detik setelah postingan saya. Terima kasih. Salam balik, sukses ya…

  3. draguscn on

    Hmmm tetap agak kurang setuju kalo cuma mempermasalahkan bidang pendidikan. Kesehatan juga minta bagian .. hehehe ..
    Begini pak, sekarang sedang disusun undang-undang ketenagakerjaan di beberapa bidang pemerintahan antara lain kesehatan juga kebagian. Arahnya nanti seperti yang diramalkan global dimana-mana ketenagakerjaan memakai sistem outsourcing. Wah ini jelas membahayakan. Kita belum siap untuk itu .. bisa-bisa kita nganggur dinegeri sendiri dan hanya bisa melongo melihat peluang-peluang tenaga kerja di’embat’ sama tenaga kerja impor (TKI juga ya..)
    Kualifikasi mereka jelas tinggi .. bahasa? udah berapa aja univ di amerika dan australia yang ngajar mahasiswanya bahasa indonesia, berapa banyak kebudayaan kita yang juga dipelajari. Mereka mempelajari kebudayaan indonesia bukan sekedar karena kita pasar dengan 200juta pembeli, tapi juga lahan untuk bekerja.
    Balik lagi ke gaji, kalo sekarang sudah disetting tinggi dan bukan digunakan untuk memberdayakan petugas-petugas pelayan publik (guru, medis dll) trus gimana kalo sampe kita beneran diinvasi?
    *hehe sekedar sharing pemikiran*

  4. sjahrir on

    kita mirip “si miskin” (Maaf…maaf, bukan itu maksud saya), kalo celana ditambal, ternyata sepatunya perlu dijahit… sepatu dijahit e..ee.. topinya sudah kumal, minta dibeliin..
    POKOKnya tambal sulam apa gimana….
    Mirip gak ya ?

  5. jojok on

    orang memang gak pernah puas ya pak..

    omong-omong tentang gaji jadi mikir juga, itu untuk pegawai negeri, pegawai swasta, karyawan.. kalau untuk seorang freelance minta naik gaji nya sama siapa ya pak hehe..

    kalau soal kesiapan orang kita menghadapi globalisasi, wah kita optimis saja pak Agus, saya yakin kok akan kualitas manusia indonesia. kalau baca di koran-koran sekarang, prestasi-prestasi kita juga banyak yang gak kalah dengan orang luar. meskipun memang itu baru sebagian kecil dari anak bangsa ini.

    yang menyedihkan memang kalau kita bicara masalah etos kerja, mentalitas kerja terutama untuk pegawai negeri yang notabene untuk memberi pelayanan publik.. gaji tinggi (maaf) sepertinya korelasinya belum keliatan positif dengan etos dan mentalitas kerja di sebagian orang kita..

    tapi sudahlah… mari kita cintai produk-produk dalam negeri..

  6. sjahrir on

    Mas Jojok kampanye siapa tuh… kok ada yang mirip. Cintai hasil petani kita… mutunya terbaik buat rakyat….hehee.
    Tapi yang saya ketahui, negara lain seperti Amrik dan Perancis melakukan proteksi lho… orang luar dibatasi masuk ke lapangan kerja, malah teman saya di AS, tidak boleh kirim uang ke Indonesia ia sudah WN Amrik.
    Bayangkan jelimetnya mereka melakukan proteksi.
    Kita ini suka jujur, padahal negara sana mainnya cura… NG.
    Maka dipasar bebas, kita bebas menerima tapi kita dibatasi diterima… Apakah ini ada klausulnya di pinjaman LN kita? hehee curiga.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: