keluhan anak SEKARANG pada SISTEM PENDIDIKAN

Enak Pak sekarang jadi GURU, kata sang anak kepada orang tuanya. Anak-anak disuruh cari bahan, anak-anak membahas dikelas, berdiskusi dan sang GURU hanya jadi penonton, tak sedikitpun komentar atau arahan atau pendapatnya. Nah… habis bulan terima gaji. Berita-berita ini memang terjadi dan itu adalah kenyataan yang banyak dijumpai baik di SMU maupun di Fakultas. Kayaknya soal ini memang ada yang keluar jalur, tetapi masalahnya adalah tak ada pemantauan terhadap penerapan teori yang kini diberlakukan pemerintah.
Nah kalau yang begini terjadi, siapa punya GAWE dan bagaimana solusinya ???

4 comments so far

  1. che11 on

    Ini memang nyata…guru tak lagi mengajarkan ilmunya…ini pengalaman yang dilakukan orang yg saya kenal.Dia mengajar di salah satu fakultas keguruuan,sang pimpinan punya “temen” perempuan yg dijadikan dosen pengajar,biar ada alasan sering jumpa.Sang “temen” ternyata gak ada isi kepalanya,sang “temen” mengajar di depan kelas dan bila ada mahasiswa yg bertanya,dia punya trik,siswa terpintar disuruh jawab,..lalu dia tinggal menjawab, “begitulah kira-kira….Dan fakultas keguruan itu sudah me wisuda mahasiswanya…SO….bisa di bayangkankan bagaimana wisudawan/ti itu mengajar di depan kelas nanti? persis seperti dosennya mengajar dulu…dan sipimpinan masih tetep ama “temennya” itu..sementara anak bapak itu di ajarkan oleh mantan mahasiswanya…sang bapak masih tetep “asoy”..lupa sama nasib anaknya..NAIF…..

  2. jojok on

    wah bu lusi, ternyata dari simkes UGM juga toh.. satu lantai tapi gak pernah ketemu hehe…😀

    soal ajar mengajar ? sekarang dari tingkat SD juga sdh parah pak, bu. lha gimana mau konsen ngajar kalau sekarang pak guru dan bu guru lebih disibukkan dengan kegiatan kuliah dan kursus untuk nyari kredit biar cepet naik pangkat ? apalagi sekarang ada aturan ttg sertifikasi itu, kalau gak salah juga bikin para bpk guru dan ibu guru makin semangat kuliah lagi… sering anak cuma dikasih PR, atau disuruh ngerjain soal..

    kasihan..

  3. jojok on

    eh salah.. dari MKIA kah ??

  4. limpo50 on

    Baiknya DPR kita mau membuat matriks mengenai penghasilan Profesi dan Jenis pekerjaan lainnya secara kompit, supaya nampak indek perbedaan itu…
    Siapa tahu seorang Kepala Negara bagian lebih kecil gajinya dari-pada sopir taxi.
    Hanya begitu bisa nampak siapa diatas siapa, siapa lebih dihargai dari siapa…
    heheee


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: