nasibnya… BERDAGANG

Ini sebuah kisah yang tinggal dikepalaku, kukeluarkan buat Anda biar tahu juga… Seorang pedagang yang berbaik hati melihat kejujuran seorang petani… tergerak hatinya memberi ikhlas empat ekor sapi seekor pejantan dan tiga tentu saja betina…pastilah…Kata pedagang kepada isterinya :”Mari kita lihat seperti apa seseorang yang baik dan rajin seperti petani ini diberi modal usaha”. Isterinyapun setuju dan keadaan itu membuat sang petani amat senang dan… berterima kasih. Tetapi dikala waktu berjalan bulan-kebulan, tahun-ketahun, pokoknya waktu bergulir kondisi ekonomi membuat usaha Sang Pedagang itu hancur berantakan….
Maka disuatu saat tatkala tidur tak nyenyak, dan makan tak kenyang … suami-isteri pedagang itu tak mendapat jalan sama sekali bagaimana cara ia harus bangkit memulai lagi usaha.
Rasa putus asa telah mulai sering muncul diantara kedua suami-isteri pedang itu…. sampai akhirnya isteri pedagang itu kedapatan tersenyum-simpul oleh suaminya.
Maka tak ayal lagi… sang suami bertanya… mengapa bisa kamu tersenyum, bukankah kita tak punya jalan sama sekali untuk bangkit ??. Maka iapun mendapat pelukan dari isterinya…diajaknya sang suami pergi menemui petani jujur yang entah berapa tahun lamanya tak pernah lagi ia kunjungi.
Dari kejauhan… diatas bukit berbatu nampaklah rumah sang petani seperti dulu juga… rumah itu hanya satu ditengah bukit dan hamparan sawah nan luas menghijau. Maka semakin mendekat ke rumah petani… sang Pedagang dan isterinya semakin menceritakan debakan jantungnya masing-masing.
Pak Tani sedang bercocok tanam.. ketika anaknya datang berlari menghampirinya di kejauhan. Iapun bergegas pulang ingin segera tahu siapa tamu yang datang itu… .
Singkat cerita… pak Tani mengatakan bahwa Sapi yang dulu dipeliharanya telah berkembang biak menjadi 400 ekor. Kalau Tuan mau mengambil sapi, ambillah seberapa yang Tuan inginkan… .
Karena pak Tani itu ingin menyerahkan semua sapi itu padanya, Maka spontan ia mengatakan : “Kita bagi dua saja ya… Pak”. Pak tanipun mengangguk-angguk sangat senangnya … Iapun tak menyangka kini telah memiliki sendiri 200 ekor sapi yang gemuk dan sehat.
Maka saling pandanglah Sang Pedagang suami-isteri. Jumlah itu sangat cukup buat memulai lagi usaha.
Mungkin begitu kata hati mereka.
Sejak itu sang pedagang membeli juga tanah di dekat rumah pak Tani, Ia membangun rumah yang cukup luas dengan kolam renang didekatnya…sebab air tak henti-hentinya mengalir deras dari atas bukit.
Setiap teman Sang Pedagang, hingga kini suka juga mendengar kisah itu jika datang menikmati alam nan hijau diantara bukit dan padang sawah yang membentang luas.
Inilah kisah sejati… yang jika ditulis lebih baik, mungkin akan membawa kita ke sebuah alam damai di hati…

1 comment so far

  1. kucingkeren on

    kejujuran yang membawa hikmah…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: