jamu yang suka muncul di TAS..TAS.

Berita korban anak remaja yang banyak memakai Jamu buat menggugurkan kandungannya saat ini, bukan hal yang tak dapat diantisipasi… Bukankah misalnya mempromosikan jamu dalam TAS-TAS itu sebagai contohnya ? Maka ada pepatah kini “Dari buta terbitlah MELEK” bisa jadi benar.
Begitulah promosi memiliki unsur “pendidikan negatif” yang bersambut gayungnya.
Disisi lain sejak 40 tahun lalu, ada aturan yang dibuat pemerintah untuk pelarangan mencantumkan soal-soal beginian, tapi pemerintah sendiri memberi izin edar… Siapa bikin akar masalah ? Siapa bikin pohon masalah ? siapa memetik buahnya ??.
Makanya kalau ada barang yang merusak kesehatan, membuat IMPOTEN, merusak JANIN… kenapa diberi izin ??? Tahu kok bahayanya… tapi dibolehkan pemerintah… katannya masyarakat perlu dilindungi pemerintah ??? ataukah Masyarakat yang melindungi Negara ??? ehh… ini kayak bahasa IPOLEKSUSBUDHANKAM- SISKAMRATA jaman dulu.
Masak kalo nyangkut ke masalah ekonomi lalu dibisakan ??? Haram jadi Halal karena alasan EKONOMI ?
Halal jadi Haram juga alasan EKONOMI ??
Minta ampun …. kita mau kemana ???

2 comments so far

  1. dwinanto on

    Ini menjadi salah satu parameter rendahnya mentalitas bangsa,.

  2. sjahrir on

    Mas Dwi., mending kita mengekspor TAS atau sepatu ya…..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: