DOKTER vs OBAT penderita TARUHANNYA

Kualitas Dokter Merosot, merupakan satu pernyataan yang penting untuk ditunggu tindak lanjutnya..
Pernyataan ini harus bertanggung jawab secara nyata. Saatnya DPR (Wakil Rakyat) mau berbicara agar jangan RAKYAT dikorbankan… Langkah tindakan perbaikan harus segera diperbaiki mestinya dengan membekukan izin praktek 50 persen dokter bermasalah. Masalah ini tak ada bedanya dengan penarikan dari peredaran produk obat jika tidak memenuhi syarat sebab akan mengorbankan masyarakat luas.
kualitas-dokter-merosot

Pertanggungan jawab IDI mestinya dituangkan secara terbuka tentang langkah itu di depan DPR yang mungkin kini lagi asik tidur walau berita seperti ini berkumandang dan ribut dimana-mana.

Kesiapan lain yang ditawarkan Sekretaris Direktorat Bina Pelayanan Medis Dr Mulya Hasjmy yang menjelaskan, Depkes siap mengambil alih pendidikan kedokteran. Nampaknya menjadi tawaran yang akan memperparah arah perbaikan di dunia kedokteran ini, ADAKAH Pahlawan di siang hari ??.
Mengapa tidak dijadikan TOPIK ini sebagai TOPIK utama di negara ini ?? Bukankan anggaran pendidikan yang dinaikkan seharusnya diawali, didahului oleh serangkaian rancangan perbaikan pendidikan yang dapat dipertanggung jawabkan dan transparan sebelum benar-benar anggaran itu disetujui ??? Masak anggaran dulu baru program ??
Mari menunggu reaksi apakah yang 50 persen itu Jelas siapa, dan diapakan…

2 comments so far

  1. muh iqbal on

    Semua itu tergantung dokternya! Diindonesia profesi dokter tidak terlalu dihargai sehingga mereka kekurangan kemampuan untuk mengembangkan ilmunya dan lebih milih praktek keliling untuk mencukupi kebutuhannya!. Contohnya saya sendiri pak, sekolah 8 tahun cuman dapat gaji pas-pasan, gimana mau hidup apalagi mau sekolah atau seminar yang jutaan itu?.
    Rakyat Jadi Korban……..? Liat sisi positifnya pak, diindonesia adalah pelayana medis termurah didunia sampai-sampai diutang lagi…jadi pelayanan mungkin seadaya tergantung budget.

  2. sjahrir on

    Maka itu Bapak-bapak kita, bikin pernyataan baiknya hati-hati. Yang buat publik jangan diobral…bukan ?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: