dimana Pakar HUKUM kita ???

Masalah praktek pembiusan dengan memasukkan bahan Psikotropik ke dalam buah dan minuman botol dengan cara melarutkan bahan lalu menyuntikkannya, merupakan hal yang sangat mengerikan. Tetapi praktek ini disiarkan oleh siaran TV tertentu dengan memperlihatkan cara dan mewawancarai pelaku juga merupakan bejatnya praktek pertelevisian. Selain itu para penegak HUKUM nampaknya tak mau memberikan partisipasinya untuk menjerat penyalahgunaan izin pertelevisian itu dengan menyembunyikan pelaku kejahatan.
Undang-undang sudah ada, pelakunya bisa ditelusuri dengan menginterogasi penyiaran TV yang mengetahui adanya kejahatan. … LALU dimana penegak HUKUM kita berada ?? dimana pakar hukum kita semuanya ???

6 comments so far

  1. dwinanto on

    Maksud dari siaran tersebut mungkin baik, yaitu untuk memberitahu agar masyarakat waspada dengan langkah2 demikian,.

  2. sjahrir on

    untuk penjahat itu info tambahan Mas… dia terinspirasi.
    heheee.
    Kalau penjahat bisa tahu kalo itu TIDAK BAIK sih… namanya BUKAN PENJAHAT. haaaa ini baru positip tinking…hihihihihhhiii.
    pak Dwinanto ini cocok jadi apa yah…. jadi Pak DE sajalah…ya.
    Ehe… maap… saya bercanda… lagi tunggu komentar pada tulisan yang polos (tak perlu click)…ini uji coba, efektif tidak buat berkunjung.

  3. estonhasiant on

    Sepertinya, penegak hukum ‘kita’ hanya menunggu pengaduan…dan itupun belum tentu ditindak lanjuti.

  4. limpo50 on

    Pak ESTON, kita sependapat…. Bayangkan kalau pola begini yang dipakai semua aparat pemerintah…. berabe yah…?
    Makanya saya tak setuju kalo rakyat disuruh malam-malam menjaga Pos Keamanan… lalu kalau sudah menangkap pencuri barulah diserahkan ke polisi.
    Mestinya rakyat itu tidur nyenyak dirumah dengan penjagaan polisi (keamanan). Maka buat apa Hansip.

  5. muh iqbal on

    DIMANA DAPAT OBATNYA YAAAA????

  6. sjahrir on

    Kemungkinan besar obat itu dapatnya di Toko Obat, karena disana semua jenis obat bisa ada… tergantung ada yang mau beli atau tidak. Apalagi apotik masa kini,…. Banyak ex penjual obat keras diberi izin Apotik. Maka tak nampak lagi kesalahannya seperti waktu masih berbentuk toko obat.
    Nah karena sudah punya apotik dan toko obat… apalah susahnya menjual bebas apa saja.
    Badan POM tak bisa apa-apa karena izinnya bukan dari Badan POM.
    Berputar-putarlah soalnya…. kini kita hanya memikirkan yang menjadi korban, bukan lagi mencari dan menuntaskan akar masalahnya.
    Aturan yang tidak becus dan praktek perilaku pejabat yang tidak mau bertanggung jawab membuat semua mudah terjadi.
    Ah… saya kok melenceng ya…
    Salam


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: