obat PUYER haruskah ditinggalkan ?

Seperti dimuat pada http://video.okezone.com/play/2009/02/12/236/7344/sisi-negatif-obat-puyer-tayangan-ulang
obat puyer disoroti dari sisi awam… Memang begitulah mestinya kalau awam membahasnya. Tapi
Bagi kalangan Farmasi, obat yang aneka bentuk sebenarnya hanya bertujuan untuk mempercepat penyembuhan, menjaga reaksi antara komponen obat satu dan lainnya, dan seterusnya…hanya saja dibalik itu ada soal yang kini marak diperbincangkan, yaitu Bagaimana agar obat itu rasional dalam pemakaiannya.
Banyak kesalahan terjadi adalah karena penderita tidak mendapat perlindungan secara profesional (yang baik) dalam pemakaian obat. Berbagai kalangan sudah merasa benar jika mengikuti aturan pakai obat yang tertera pada label/penandaannya.
Dari sisi farmasi mungkin itu cocoknya jika semata satu obat itu saja yang akan kita makan. Dalam prakteknya sering pasien menerima obat lebih dari satu…dan disaat itulah hanya mereka yang tahu (farmasis) yang akan mampu menjelaskan bagaimana pemakaian obat yang rasional. Pemakaian obat yang rasional juga tak hanya sesempit itu, karena masih memerluka telaahan waktu pakai, kondisi pasien dan banyak lagi soalnya.
Tayangan TV seperti ini, tentulah mempunyai manfaat, khususnya agar mereka yang memberi obat pada pasien bisa memperbaiki pelayanannya.
Memang Lumpang yang dipakai menggerus obat itu setiap kali harus dibersihkan secara benar… Dan jika tidak ini telah menyalahi norma praktek bagi siapapun yang melakukannya.
Disayangkan bahwa tenaga farmasi sering tidak dipakai pada apotik yang ada saat ini… padahal BPOM tahu betul kondisi ini…dibiarkan dan kalaupun tahu tak ada sanksi apa-apa.
Bukankah memang masyarakat perlu angkat bicara ?
Maka dibeberapa RS., telah dimulai urusan perbaikan soal ini dibenahi. Sebutlah itu RS. Dr. Sutomo di Surabaya.
Ternyata banyak kalangan mempersoalkan higienisnya pembuatan obat puyer, padahal bukan semata demikian…sebab homogenitas (keserbaratanya) kandungan obat dalam proses peracikan, rasionalitasnya (ini yang paling banyak tidak dipahami sebab menyangkut cara kerja obat secara sendiri-sendiri dan secara campuran dimana efektifitas farmakologisnya banyak diabaikan), tak tercampurkannya, reaksi antara satu senyawa dan lain senyawa, dan sebagainya… dan disamping itu…seorang apoteker bukan suruhan seorang dokter untuk menjalankan perintah sebab sesuatu yang tak pantas akan ia hindari secara profesional)

13 comments so far

  1. Nia Sexy on

    emang dokter2 skrg banyak yg brengsek.
    Bayiku sempat ku kasih puyer. Untung masih sempat nonton RCTI.

  2. benkyongeblog on

    hmmmm kayak na sieh mang harus ditinggalkan tu puyer….

    • limpo50 on

      pertimbangan penyajian obat dalam apapun bentuknya, memiliki keuntungan dan kekurangan dan untuk itu ada sisi pengetahuan farmasi yang dapat menjelaskannya. Bukan atas pertimbangan kita yang awam-awam ini hanya dengan mengandalkan ketidak tahuan kita tentang masalah dan jenis obat yang dipakai.
      Masalah bukan saja pada bentuk obatnya Mbak.

  3. limpo50 on

    Kalo kita menengok norma masa lalu, maka pada saat resep dokter dianggap tak rasional dalam pandangan apoteker, baik bentuk maupun dosisnya atau adanya zat-zat yang tak boleh dicampurkan dalam resep, maka diantara dokter dan apoteker akan terjadi saling pembicaraan (diluar pengetehuan pasien), tentang bagaimana agar tujuan pengobatan bisa dicapai dan mempersoalkan masalah yang timbul tanpa merugikan (membahayakan) pasien.
    Norma itu kini mungkin merosot tajam… .
    Kita menanti ada yang mau peduli, memperbaiki yang aus..aus itu.

  4. harikuhariini on

    Hihi…bener kata Sjahrir, semuanya punya kelebihan dan kekurangan. Ga boleh langsung ditinggalkan juga sih. Jangan kebawa emosi… Sediaan puyer itu sudah lama dikenal, sudah lama digunakan dalam pengobatan, BANYAK juga pasien yang sembuh ketika dikasih sediaan dalam bentuk puyer.
    Butuh pengawasan tiga pihak sich, dari masyarakat dari pemerintah dan dari pihak profesi sendiri. Saling mengawasi bukan saling menjatuhkan.

  5. limpo50 on

    minum susu sapi… gimana kalo makan sapinya yah ? heheee

  6. chee11 on

    Beberapa keuntungan dan kelebihan tetap ada..beberapa obat tidak tersedia dlm bentuk cair/syrup, obat syrup jelas lebih mahal. bagaimana dengan obat pencegah kejang yg lom ada sedian syrupnya? pertimbangan ini sulit bagi seorang dokter.karena dokter jg ingin pasiennya sembuh tho……?

  7. sjahrir on

    mempersoalkan peracikan obat yang menggerus dilumpang dan tak pernah mencucinya, memang hal yang pantas untuk diluruskan sebab mestinya pencucian lumpang adalah mutlak, dan hanya mereka yang sembrono yang melalukannya. Mungkin inilah soalnya kalo tak dibiasakan protokol kerja itu ditaati.
    Yang jelas memakai puyer, bukanlah hal yang lucu dalam pemakaian obat..dan hanya mereka yang tak punya pengetahuan tentang obat yang perlu penjelasan, jika memang dibutuhkan.
    Ramai ya… urusan puyer ini. Tapi tak tahu apa pentingnya dipersoalkan oleh mereka yang tak mengerti obat.

  8. chee11 on

    kalau ada sedian syrup, tentu lbh baik..kalau sediaan diubah jd syrup semua,yg jelas lebih mahal,masalah muncul pada masyarakat yg gak mampu,terutama didesa2,keuntungan ada di produsen..dokter hanya memilih obat yg ada dan tersedia..
    suppositoria,diberikan pd penderitaan saat kejang, krn gak mgk diberi per oral.untuk profilaksis tetap per oral.
    kita cari solusi sama2,..jangan masy jd korban..kasihan masy desa,blm tepat mendefinisikan keadaan ini..ayolah kelompok yg pintar,bijaklah sedikit …

  9. sjahrir on

    kewajiban apotik untuk membuat syrop, tergantung resepnya meminta begitu atau tidak. begitu khan ?
    lha… kok saya jadi orang apotik.. hehee
    nah kalo resepnya puyer…mestinya keluar puyer.
    siapa mau coba membuat resep syrop… mestinya keluar syroplah.
    Kalau apotik tidak mau membuat (menolak resep syrop; alias tidak mau meraciknya), nah.. ini patut dituntut kepada para apoteker di apotik. sebab apotek bukan toko. dan ini pantas dipublikasi luas… .makanya pemerintah jangan memberi izin apotik sembarangan kepada yang bukan kompetensinya, seperti kebanyakan apotek sekarang… .
    di beberapa kota, bekas empunya toko penjual obat keras…malah diberi izin apotik, ini kelewat apa ya….
    mari kita uji..lapang…ayo coba.

  10. limpo50 on

    pengen pintar ?? minumlah jamu tarik angin ribut…

  11. linda on

    sbaiknya perlu diperhatikan juga kredibilitas dokter peracik puyer.. karena kita sbg pasien juga berhak tau,, puyer apa yang kita minum dan komposisinya

    • limpo50 on

      Ya…memang dokter tak punya kompetensi meracik obat.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: