DOSIS…DOSIS Obat.

Tulisan ini lebih ditujukan pada khalayak “umum”, yang suka berbincang tentang dosis obat.
Dosis obat tak diperoleh dengan melihat penandaan atau brosur obat buatan pabrik, Tetapi dapat dilihat pada berbagai buku seperti Farmakope yang diterbitkan banyak negara termasuk Indonesia.
Kalau ada anjuran memakai obat maka yang UMUM bisa perbuat hanyalah membaca pada brosur atau etiket obat yang dibuat oleh pabrik, yang lebih cocok disebut “berdasarkan petunjuk pemakaian”
saja.
Memakan obat bukan saja memakan bahan kimia dalam pengertian dimasukin dimulut lalu ditelan, tetapi reaksi obat yang tak diketahui umum khususnya kalau dimakan dalam suasana bercampurnya beberapa bahan-obat, maka soal-soal yang patut dipertimbangkan lebih cocok disebut “dipertimbangkan oleh yang tahu, yaitu farmasis
Maka banyak pihak tidak terlalu setuju untuk Menggalakkan upaya pengobatan sendiri… sebab resikonya tak kita ketahui.

5 comments so far

  1. harikuhariini on

    Sebenarnya sich UPDS (upaya pengobatan diri sendiri) banyak untungnya loh Pak.
    -Biaya lebih murah
    kalo kedokter sekali periksa, duit yang agak2 merah itu harus keluar dari dompet, kalo UPDS ga bayar dokter, langsung beli obat ke apotek, konsultasikan aja obatnya ke apotekernya (mudah2an apotekernya ada ditempat :P). Beberapa apotek biasanya sudah menyediakan PIO (Pusat informasi obat), nah itu biasanya sich ga bayar, bagian dari pelayanan ceunah. Informasi sekarang lebih mudah didapat, internet jendela dunia, tapi tetep aja usahakan untuk berkonsulasti dengan tenaga ahli
    -waktu lebih bisa diberdayakan.
    butuh waktu untuk ke dokter, harus ngantri..

    Tapiii..intinya mah….sebaiknya konsultasikan obat yang akan kita konsumsi dengan tenaga ahli seperti dokter dan apoteker lah.

  2. sjahrir on

    yah.. kita berupaya sambil berdoa…. semoga nasib bisa sembuh dengan cara apapun… hanya upaya penting diluruskan.
    Soalnya beli obat … itu maunya..
    siapa tahu salah pilih… .
    Memang lebih aman hindari RACUN
    Karena obat adalah racun.
    gimana yah ??

  3. harikuhariini on

    Ya obat itu racun jika ga tepat.
    tetep perhitungkan risk n benefit.

  4. sjahrir on

    sifat racunnya itu yang mengobati…kalau tidak ia passive saja seperti tepung….uuuunngggg

  5. muh iqbal on

    oleh karena itu mudah-mudahan para Farmasis lebih mengembangkan obat yang alami (fitofarmaka)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: