kesalahan membuat PERATURAN di INDOnesia

Indonesia mungkin termasuk negara terbanyak aturan yang dilanggar.
Mengapa demikian ?
1. Aturan dibuat di Indonesia atas kemauan perancangnya…
2. Aturan dibuat dengan pemikiran jangka pendek
3. Aturan mau dibuat spesifik
4. Aturan dikira memecahkan masalah, jadi selesai dibuat mereka tidur tenang-tenang menunggu hasil.
hasilnya adalah :
1. Tidak memecahkan kepentingan yang membutuhkan aturan (mis: rakyat), jadi lain dibutuhkan, lain pula yang dibuat; akibatnya menambah kerumitan dan masalah baru bermunculan.
2. Sesuatu yang tak mendasar dibuatkan aturannya, disini banyak kepentingan yang melatar-belakanginya.
3. Kalau ada aturan tentang pencurian, dan ada kasus pencurian sandal, selalu dinyatakan tak ada peraturan yang khusus untuk pencurian sandal. Disini tergambar kualitas sumberdaya manusia HUKUM kita.
4. Hukum dijadikan panglima. Bukannya HAKIM yang dijadikan panglima, akibatnya peraturan dibuat untuk disuruh menyelesaikan masalah, padahal manusia tak menjalankannya.
MAKA :
Penuhlah negara ini kelak dengan peraturan-peraturan yang tak satupun bermanfaat sebab penegak hukumnya tak berbuat apa-apa.
Bayangkanlah kita sibuk PEMILU, pencurian di hutan berlangsung dalam skala besar-besaran dibiarkan terjadi terus tak digubris…
Selesai kita ber PEMILU ria, habislah semua yang kita sebut kekayaan negara.
Kita PIMILU buat apa ya ???
Kasihan KPK yang kerjanya menagkap KORUPTOR tapi Industri Rumah Tangga Koruptor dan Industri Raksasa Koruptor dibiarkan berPRODUKSI terus…. .

5 comments so far

  1. fetro on

    nambahin akibatnya pak

    Dana negara abis tapi tidak memberikan manfaat apa2.

    thanks dah mampir duluan pak

  2. limpo50 on

    kalo membuat dengan maunya sendiri sih ….
    masalahnya tak menyelesaikan masalah tapi mengikuti maunya pembuat aturan akibatnya makin banyak soal yang tak mengakomodir kebutuhan

  3. dwinanto on

    Peraturan di Indonesia sering dimanfaatkan sebagai langkah untuk meningkatkan kreatifitas individu bangsa ini,.

  4. harikuhariini on

    Terinspirasi dari tulisan bapak ttg rumah kos vs indonesia, awalnya mau mengangkat topik ttg pelaksanaan TATAP (tiada apoteker tiada pelayanan) dari sudut pandang undang2, untuk tugas khusus.
    Udah saya ketik panjang lebar, komentar pertama yg dilontarkan pembimbing saya, “ya jangan lahh, kasihan senior2 kita yg di atas sana”.

    Uhhh..ternyata Indonesia punya banyak harta warisan yang tak harus dilestarikan, salah satunya warisan budaya “rajin dan kreatif membuat peraturan”

  5. Arsyad Indradi on

    Peraturan perlu ada demi kemaslahatan bangsa dan negara. Tapi kalau peraturan itu tidak dijalankan sebagaimana mestinya, lebih-lebih lagi peraturan untuk kepentikan orang perorang atau kelompok tertentu, maka ini namanya peraturan bohong-bohongan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: