OBROLAN di KEDAI

Kedai… nama yang cocok buat tempat mejeng masyarakat bawah buat mengisi perut tapi bisa juga untuk mengeluarkan isi kepala.
Nah… terbayanglah oleh penghuni kedai betapa niat bertarung dalam PILKADA itu perlu kesetaraan, artinya bersaing antara pemain dan pemain…dimana tak ada wasit sekaligus menjadi pemain.
Maka WALIKOTA dan WAKILNYA mundur dari jabatan untuk bersaing sehat dalam PILKADA…jabatan diserahkan kepada yang lain untuk meneruskan tugas pemerintahan.
Akan halnya kepemimpinan nasional, nampaknya WASIT merangkap PEMAIN tak mengikuti norma yang diterapkan di daerah… Apakah BEDAnya ???
Maka… tatkala PEMAIN adalah seorang WASIT… akan ada resiko yang dihindari oleh PILKADA tapi dihadapi oleh PEMILU kita.
Siapakah WASIT dan sekaligus PEMAIN ??

3 comments so far

  1. harikuhariini on

    duhhh, ga ngerti…mau nanya duks Pak. jd wasitnya itu golongan yg mana? trus pemainnya itu yg mana??

  2. sjahrir on

    Wasitnya yang tukang semprot pake sempritan…dong, yang pakeannya Hitam-hitam…. Gak masuk jadi anggota tim apalagi kapten BOLA.
    Gitu saja masih kadang makan sogok atau berat sebelah.
    Maka kalo 4 tim berlaga…wasit diambil dari yang diluar itu…
    echh…ternyata GOLPUT itu perlu yach…. penting juga buat jadi wasit. ok…ok.

  3. harikuhariini on

    ooooo…..
    ai siii.. ai siii (sambil manggut2).


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: