tugasmukah wahai bapak POLISI ?

dsc061511Hari ini 5 Mei 2009 jam setengah 4 sore, saya tercengang nonton TV di acara d’ SHOW, mengapa ? Acara ini menampilkan seorang pelaku yang suka membuat transaksi terjualnya seorang anak dari orang tuanya kepada orang lain untuk mencari untung. Saya tak percaya kalau seluruh Indonesia ini polisinya tidur rame-rame alias tidak tergerak untuk menangkap pelaku kejahatan yang sedang bersaksi di depan DUNIA.
Ayo rame-rame berkomentar…
semudah itu petugas TV mendapatkan penjahat untuk diwawancarai, tetapi Polisi kita tak punya prestasi kesana.
Kasihan anak dan orang tua yang terpisah keluarga… kita semua terancam, tetapi di dunia pertelevisian ini berarti obyek buat tayangan yang tak ngerti saya MOTIFnya.

4 comments so far

  1. harikuhariini on

    acara apaan ya Pak ya?
    jadi penasaran juga saya.

    Tapi…sekarang saya juga kurang percaya ama acara2 di TV itu. Banyak acaranya yang pembohongan publik. Nyebut acara nya “reality show” tapi banyakan show nya seolah2 di setting alias pake skrip gitu, sinetron juga tuh judulnya bukan reality show.

  2. sjahrir on

    acaranya d’ SHOW, kayaknya dipandu deasy.
    Kayaknya langsung dapat teguran salah seorang pengunjung.. yang ngerti HUKUM. saya tidak nonton lagi sampe habis…sebel.

  3. 71mm0 on

    Begitulah wajah Indonesia..
    Sebenarnya bukan polisinya sih, tp “oknum”.. polisi ada yang baik juga koq pak😉

    Yang sering Saya sayangkan, proses “perekrutan” polisi baru selalu dihiasi pertanyaan “berapa puluh juta supaya anak ku bisa jadi polisi?”

    Jika hal seperti ini terus yang terjadi, tentu polisi2 dimasa datang tidak ada yang berkompeten. Badan gemuk & lamban berlari sehingga membuat penjahat yang langsing dan licin terlepas (atau dilepas?)..

    Blog memang berfungsi sebagai “suara bawah tanah” (UnderGround Voices) untuk kemajuan bangsa jika kita tahu cara menyampaikannya.

    Ya seperti postingan bapak ini😉

  4. sjahrir on

    Kalau ingat ketika saya bermalam di salah satu pedesaan di Sulawesi Selatan,.. cerita orang-orang di desa tentang angka puluhan juta untuk biasa masuk Polisi dan Tentara… nampaknya sudah menjadi pembicaraan yang biasa.
    Maka orang-orang di desa kinipun tak heran kalau tahu betapa parahnya urusan pelanggaran… persogokan untuk memasuki pintu mulia sebuah institusi pendidikan.
    Mereka mengalami dan berceritera…sementara kita yang mendengar hanya manggut-manggut melongo.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: