ambalat di MATAKU

Ambalat memiliki potensi ekonomi dari minyak yang ada di bawahnya, maka negara ini (Indonesia) lah yang pantas mengelolanya untuk industri perminyakan… di DPR, militer telah dikeluarkan untuk memberi kebebasan bagi hak SIPIL dikelola secara penuh oleh mereka yang sipil atau yang telah sipil. Di titik ini tentara kita telah masuk ke kawasannya membangun diri dan profesinya… begitu mataku MELIHAT.
Maka….. AMBALAT yang mengalami GANGGUAN dari negara lain melalui pelanggaran batas wilayah dengan menggunakan kapal perang, nampak di mataku sebagai ancaman negara yang menjadi wilayah militer kita untuk memutuskan.
Jika persoalan perang dan ancaman militer akan dibahas oleh DPR atau yang sipil… maka nampaknya SIPIL telah melampaui batas kewenangannya dan membuat keputusan militer dicampur aduk dengan pemikiran dan keputusan sipil.
Akankah tentara kita harus berunding… rapat… berdialog dan menggunakan fungsi sipil untuk keputusan di lapangan dalam batas kewenangan militer ??? Bertimbang-timbangkah baiknya tentara kita sebelum menembak seperti GAYA SIPIL yang selalu maunya berhitung dan menimbang semasak-masaknya dengan menganggap POLITIK sebagai yang utama pada seorang prajurit ???
Adakah sesuatu yang harus diubah di negeri ini untuk menjunjung hak militer MELAKUKAN TUGASNYA ???? Mereka telah berada di barak PROFESINYA…yang berada pada posisi ditembak atau menembak.

2 comments so far

  1. Suriswanto on

    Dikeluarkannya militer dari DPR adalah bagian dari aspirasi rakyat untuk mengubah Indonesia dari pemerintahan diktator (militeristik) orde baru ke kekuasaan sipil. Urusan pertahanan negara operasional adalah tugas TNI, tapi soal politiknya (termasuk kedaulatan negara) adalah urusan pemerintah dan DPR, begitu kesepakatan nasional sejak tumbangnya orde baru. Tindakan perang itu bukan sekedar tembak dan usir, tapi soal politik (termasuk impilkasinya, anggaran pertahanan/militer yang kedodoran). Membiarkan militer bertindak bebas, sama saja kita akan kembali ke jaman orba di mana kemampuan tempurnya justeru turun karena sibuk berpolitik dan berbisnis. Terimakasih.

  2. limpo50 on

    Yah… kini TNI kita telah masuk barak membangun Profesionalitasnya. Sayangnya politisi banyak mempraktekkan tontonan yang tidak menarik hati. Dikala fungsi militer seharusnya berbicara, malah sipil ikut-ikutan nimbrung tapi jika perang berkobar akan sibuk bersembunyi. Maka DPR mestinya membersihkan diri dari KORUPSI dan tontonan yang tidak lucu.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: