RAYON berbuah PAHIT

Bak sebuah syair POHON PEPAYA berdaun SIRIH, begitulah kejadian yang kita saksikan kini pada TANGISAN anak tak lulus UJIAN. Berberapa tahun silam, masih di pemerintahan IBU MEGA, fenomena ini berlangsung…tapi mungkin juga telah ada sebelumnya …hanya tak dipergoki.
Maka… terjadilah banyak anak TAK LULUS UJIAN. beberapa anak itu datang pada saya untuk berkeluh kesah…angkanya ANJLOK dan sangat tidak cocok dengan JERIH PAYAHnya…Anak-anak itu berontak dan menangis…mereka YAKIN angkanya pasti BAIK tapi kenapa ternyata TIDAK ?
Anak-anak itu saya bawa bersama beberapa orang tua dan guru ke kantor DIKNAS untuk mengusut-mempertanyakan-memeriksa kembali apa sesungguhnya yang terjadi.
Tahukah ANDA hasilnya ?
1. Scan data jawaban anak-anak itu ke komputer sudah benar.
2. Beberapa soal terdapat perbedaan antara KUNCI JAWABAN dan JAWABAN anak-anak itu,… jadi dari dasar inilah keluar nilai. Padahal KUNCI JAWABAN itulah yang salah… dan ini kalau tidak salah ingat ada sekitar 6 atau 7 soal yang SALAH KUNCI. Keterangan dari DIKNAS ditempat itu…mereka tidak punya kewenangan untuk mengubah KUNCI JAWABAN.
Dari hal ini, terjadi penurunan nilai yang tidak tanggung-tanggung setiap satu perbedaan itu/kesalahan KUNCI…anak-anak dirugikan sangat besar…dan DIKNAS tetap saja memperlakukan apa yang salah itu.
Sebagaii gambaran, dari 60 soal, anak ini dipastikan DISALAHKAN pada 6-7 soal diatas.
3. Ternyata pada pembicaraan saat itu, diketahui DIKNAS memberlakukan RAYONISASI terhadap wilayah-wilayah sekolah dan bahkan sampai ada 8 RAYON. Rayonisasi ini berarti pemberian nilai yang tak sama pada masing-masing rayon.
Rayon 1 misalnya akan memperoleh pemotongan nilai sangat besar jika terdapat satu salah saja… dan demikian diperbedakan sehingga rayon 8 akan memperoleh nilai sama dengan itu tetapi jika ada kesalahan yang sangat banyak. BEGITULAH masalah ini berlangsung secara sistemik dan mengelabui kita yang tak menyangka ada praktek sistemik dan formal. Ironiknya ini adalah kesalahan BESAR yang disembunyikan dan DITERAPKAN… tentulah ini akan memberi pembohongan bahwa KUALITAS sekolah/murid/guru dari kota sampai kepelosok SUDAH sama.
Praktek ini, saya tak tahu apakah telah diperbaiki, tetapi saya tak percaya pada sistem yang tak transparan, tak jujur, dan dirancang secara sistemik ini sebab seluruh proses telah dilakukan melalui penataran yang begitu bertahun-tahun (lama) pada DINKAS.
Siapa dibalik ini ? nampaknya sebuah program yang nampak sebagai UPAYA PENINGKATAN KUALITAS BERDANA BESAR DAN MENGGUNAKAN PEMIKIRAN ORANG PINTAR telah mengelabui kita semua.
Akan halnya HASIL UJIAN SAAT INI, Ujian nasional yang diberikan itu telah bertitik tolak pada asumsi keliru bahwa mutu pendidikan telah sama di seluruh wilayah Indonesia ini.
4. Sebagai ilustrasi, sekolah-sekolah dasar yang ada di Kabupaten GOWA dan beberapa Kabupaten di Sulsel, masih bisa banyak ditemukan anak sekolah SD kelas 6 yang tak bisa membaca, atau membaca selayak anak SD kelas satu.
5. Para petinggi kita, memang kerjanya banyak ke LUAR NEGERI tapi tak pernah ke GUNUNG melihat kenyataan…maka begitu banyak metode pendidikan yang bergonta-ganti yang tak pantas dilaksanakan. Janganlah kita berfikir Indonesia ini JAKARTA.
6. Kepalsuan telah dipraktekkan oleh para PENDIDIK,… maka generasi kita adalah generasi penuh KEPALSUAN.
7. RAYON BERBUAH PAHIT !!! Apakah anda menyaksikan ?

3 comments so far

  1. gaous afrizal on

    hahhhh??? Pantesan aja…nilai saya anjlok dulu nya… dan dari SMU saya yang unggulan nilainya kecil2… -_-‘
    denger2 seh ada proses bagi hasil…gak ngerti dah…

    tapi sepertinya bukan RAYON yang salah…tapi ada permainan “UPAYA PENINGKATAN KUALITAS BERDANA BESAR DAN MENGGUNAKAN PEMIKIRAN ORANG PINTAR”

    makin banyak yang gak lulus…makin besar dananya…dan makin besar pula kantongnya😀

    tapi ada juga yang seperti dibawah ini
    http://www.facebook.com/note.php?note_id=107154086284&ref=mf

  2. harikuhariini on

    wah baru tau saya ada sistem rayonisasi juga buat nilai ujian. saya kirain dulu rayonisasi hanya untuk ngelanjutin sekolah doanks (ga boleh melanjutkan ke sekolah yang berbeda rayon).

    ternyata oh ternyata….

    tapi kok bisa kejam banget gitu yak, kesian ke siswa2nya sih (penjelasan nmr 2 tuh). makin sulit aja mencari org cerdas yang jujur dan bijak. ckckckckkk. semoga ini tak termasuk daftar harta yang akan diwariskan pada kami.

  3. sjahrir on

    mungkin tak ada lagi yang merasa kekejaman itu … hanya elus dada saja kita ini… kemana mesti mencari ??


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: